Keperawananku Direnggut Lik Bambang (Cerita Johan) #2

Itil Foundation
Blesss  kepala kontol Lik sudah tenggelam sepertinya. “Pelan –pelan Lik pelan-pelan aww.” Kataku mulai panic, sambil mendorong perutnya agar tak tangsung dihujamkan. Perlahan namun pasti kontol segede pergelangan tanganku masuk ke pantatku yang sempit  hingga setengah. Pantatku langsung panas perih tak tertahankan hingga air mataku meleleh. “Stop lik stop!.” Untungnya perintahku dituruti. Dia menghentikan aksinya di tengah jalan. Masih setengah kontolnya yang sudah tenggelam. “Atur nafasmu. Ingat jangan nutup kalau gak mau berdarah.” Kata lik menenangkanku. Dijejalkan lagi kontolnya aku sudah menyerah. “Lik sudah Lik. Johan sudah gak kuat Lik. Ampun Lik!!” ujarku memelas. Namun ia semakin beringas kemudian ia jejalkan sekuat tenaga hingga kontolnya ludes tertelan pantatku yang mungil kini merekah. Jleeeb…. “aaaaawww liiik!!! Ampuunn.!” Sakitnya sudah tak tertahan lagi. Rasanya lebih saki dari hajaran yang pernah Lik lakukan padaku. Aku benar-benar menangis tidak kuat menahan rasa sakit. mungkin tangisanku seperti orang patah tulang. Kontol besar itu masuk ke ususku hingga perutku terasa melilit namun rasa sakit yang tak terbendung pada daerah sekitar mulut anus. Mulutku dibungkam oleh Lik agar tak terdengar tetangga namun dia merasa senang melihat aku kesakitan. “Ampun Lik ampuuunn…”
Badanku ditindihnya sampai aku kesulitan bernafas. Namun ia tetap tersenyum puas melihat aku menderita. Hampir lima menit aku menangis merasakan penderitaan sementara itu Lik Bambang bersenang-senang di atas penderitaanku. “Ayo minum dulu.” Ajaknya, lalu membopong tubuh ringkihku ke dapur dengan masih menancapkan kontolnya di pantatku. Aku minum banyak dengan posisi dibopong dengan kontol mancep di pantat. Dibawa kembali aku ke kamar. Namun penderitaanku tak kunjung mereda. Pak Lik terlihat santai sekali dengan kontol yang mulai bisa kurasakan berkedut kedut di pantat.  Sementara itu ia menyulut rokok tali jagad lalu dihisapnya dalam-dalam kemudian dikeluarkan ke atas dengan mulut menyunyu. Panas di pantatku mulai hilang dan aku mulai bisa mengerut-kerutkan otot mulut dubur. Bokongku juga sudah bisa merasakan jembut Pak Lik.
“Sudah enakan?”
“Entah Lik.”
“Coba kerutkan lagi pantatmu.” Perintahnya kuturuti.
“Nah sekarang kontolmu juga harus ngaceng biar tambah nikmat. Kontolmu lik kocok ya. Wajar tadi tidur lagi soalnya kamu masih syok. Nanti kamu pasti bisa menikmati.” Kemudian kontolku dikocok dan perlahan mulai menegang. Kontolku berkendut-kedut menegang senada dengan kedutan pantatku. Saat kontolku tegang seluruhnya Pak Lik mulai memainkan kontolnya di dalam pantatku. Mundur maju mundur maju mundur maju.
“emmh pelan pelan Lik. Enak Lik!” tubuhku mulai menggelinjang, aku sudah bisa merasakan kenikmatan bersetubuh dengan laki-laki.
“Hehe mana yang enak genjotannya apa kocokan tangannya Pak Lik?” tanyanya menggoda.
“Semuanya Lik.” Aku mulai merem melek.
“Agak kencang ya!” pintanya yang hanya kujawab dengan desahan erotik eeemmhh emmmhh….
Genjotannya dipercepat lagi. Sempat kulihat ekspresi Pak Lik di juga merem melek sambil mendongak ke atas sesekali menyedot rokok dalam-lamam lalu dihembuskan dengan erangan erotik eeemmhhh yeeehh uuweenak tenaann…..


gambar illustrasi, Sumber: Twitter @BudakBangor92

“Ganti posisi nungging Han.” Suruhnya, kemudian melepaskan kontol raksasa yang hampir tiga puluh menit nancap di sarangku. Saat kontol itu dilepaskan pantatku terasa bolong hampa hingga kucoba kukedutkan rasanya seperti sudah berrongga besar. Apakah aku sudah tidak perawan lagi? Tanyaku dalam hati.
Kuambil posisi nungging tak lama kemudian kontol raksasa masuk kembali dengan menggenjot secara dinamis. Tubuh Pak Lik mulai panas dan lengket berkeringat sama dengan tubuhku. Kemudian ia menjatuhkan tubuhnya ke punggungku sambil memelukku dari belakang. diciumi punggung serta leherku. Aku merasa aman menyatukan tubuh dengan Lik Bambang. hingga ingin kubalas dengan ciuman mesra. Ia meresponku. Dibimbingnya aku tengkurap dengan badan Pak Lik menindihi badanku. Aku benar-benar merasa aman dalam pelukannya dari belakang. sementara posisi ku yang seperti ini menambah efek nikmat bagi kami karena selain bisa ciuman mesra, dengan tengkurap pantatku terasa lebih sempit dan kontol raksasa yang gagah perkasa semakin terjepit.
Setelah puas dengan posisi tersebut badanku kembali di angkat kesana kemari seperti guling. Kini aku tidur terlentang dengan posisi kaki mengangkang di atas perut Lik Bambang. dihujamkan kontolnya ke pantatku dengan cepat hingga ranjangku berderet kencang senada. Sedangkan mulut Lik tak henti-hentinya menjilati leher belakangku.
“Lik pejuhku mau keluar.” Ringikku. Kemudian badanku diputar hingga aku duduk di atas kontolnya Lik Bambang berhadapan dengannya. Genjotannya dihentikan namun kontolnya di tanam dalam dalam di pantaktu seperti awal penetreasi tadi. Kemudian aku mengocok sendiri kontolku dengan mengarahkan horizontal ke perut Pak Lik. Pak Lik membantu menambahkan rangsangan dengan menggerayangi tubuhku, puting susuku tak ketinggalan dimainkannya, begitu bula bokongku tak henti-tencinya ditamparinya.
“emmh emmhh uuhh aww aaaahhh aannnjiiiinggg…. Croooot croooot croooot crooot… ah ah aww emmh…” eluhku berkepanjangan. Sementara pejuhku tumpah ruah di perut Lik Bambang yang kotak-kotak saat mengecilkan perutnya ketika bernafas. Kemudian dipeluknya aku yang sudah tak berdaya lalu digenjotnya lagi kontol yang nancep di pantatku sementara perutku dan perut Pak Lik jadi licin karena pejuhku yang menggenangi garis kotak pada perut Pak LIk.
Digenjotnya makin kencang sekencang-kencangnya hingga aku mengeluh lemas seperti orang ngelindur. Suaraku mirip ketika bilang aaaaaa panjang sambil lompat lompat cepat. Aku lemas tak berdaya sedangkan Pak Lik mengaum-ngaum ganas yang sepertinya juga kesulitan mengatur nafasnya. “Nanti kamu harus telen Pejuh Lik. Buktikan kalau kamu berbakti pada Lik.” Ujarnya dengan tersenggal-senggal. Dengan cepat ia mencopot kontolnya lalu mencampakkanku menuju ke kamar mandi. Aku tak peduli aku benar-benar lemas ringkih tak berdaya tenagaku habis hingga mau ngomong aja nggak kuat. Tak lama kemudian ia datang dengan menyodorkan kontolnya padaku yang sudah bersih dari Viva lotions  kini berganti harum sabun nuvo. Kulumat dengan malas sebisaku namun ia sangat beringas. Kepalaku di pengang sembil menyodokkan kontolnya ke mulutku. Saat aku tersedak kukerahkan sekuat tenagaku untuk melepaskan kontolnya di mulutku.
Lalu kontolnya dikocok sendiri namun kepalanya masih nyantol di mulutku. Dibungkam mulutku dengan kontol yang tegang total berada disana agar saat muncrat tak ada yang tumpah keluar. “aaah aah aah aww.. jiiaanccoookkk asssuuuuu aaakkhh celeeeeeng…… crroooot croooot crooot croot…. Ahh aaw hah hah hah…” dua belas kecrotan yang kurasakan menyembur tenggorokanku, dengan kecrotan ke tiga hingga ke enam yang sangat banyak dan klimaks. Rasanya asin di mulut licin dan aromanya menyeruak mengaduk isi perutku namun harus segera kutelan karena tak bisa kumuntahkan karena kepala kontol Pak Lik masih nancep dimulutku.  Sementara mulutku dibungkam kuat oleh tangan kokoh Lik Bambang. kutelan semua pejuh  yang penuh di mulut. Mungkin jika kumuntahkan gelas kecil air zam-zam akan luber.  Hingga aku menelan mutuh tiga kali telanan hingga habis. Kontol Pak Lik tak akan pernah keluar kalau aku belum melimati sisa pejuh di kepala kontolnya sambai habis sampai kesat.  Dia bangga sekali denganku yang berhasil menelan tanpa memuntahkan kembali pejuhnya. Aku dipeluknya sambil tiduran dielus-elus perutku yang cungkring dari belakang. lalu kontolnya yang masih menegang ditancapkan kembali ke pantatku dari belakang yang kebetulan pantatku masih becek berlumuran Viva lotions. Ternyata tadi adalah ronde terakhir permainanku dengan Lik Bambang karena dia hanya ingin tidur dengan menancapkan kontolnya di pantatku. Kubiarkan saja ulah nakalnya karena aku tak kuasa menghalaunya. Aku sudah diantara hilang kesadaran karena sangat ngantuk, yang kuingat hanya dengkuran lirih Lik Bambang di belakang telingaku. Aku tidur dengan aman dalam pelukan Lik Bambang walaupun dengan kontol besar yang nancap di pantatku. Semoga tak terlepas hingga besok bagi.

***

Itulah pengalaman pertamaku saat digagahi oleh duda usia 38 tahun. kini aku sudah duduk di bangku SMA dan tinggal di salah satu pesantren panti asuhan  di Banyuwangi. Karena sekarang aku sudah tak bisa tinggal bersama Pak Lik yang ku sayangi karena Pak Lik kedapatan memperkosa Ayu anak kandungnya sendiri saat Ayu kembali pulang kepadanya hingga Ayu hamil. Dan sekarang Pak Lik berada di balik jeruji besi. Entahlah apakah Pak Lik akan menyebarkan virus-virus gay di balik jeruji besi?
Jujur aku begitu rindu sama Lik Bambang bahkan sudah kuanggap seperti kekasihku sendiri. Bahkan aku pernah cemburu berat dengan Pak Lik yang sering membawa teman fitness laki-lakinya, janda-janda genit, bahkan bencong ngamen sudah pernah dibawanya pulang untuk digagahi di depan mata kepalaku sendiri. Sedangkan aku hanya bisa ngintip sambil ngocok karena iri. Pernah aku minta jatah padanya tapi Lik menolak karena tak ingin mencelakakanku,  kamu gak boleh seperti lik begitu katanya. Namun aku sudah terlanjur kena virus gay yang Lik tularkan. Malah ini menjadi beban buatku seharusnya aku minta jatah namun Lik menolaknya. Padahal pada awalnya aku suka kepada perempuan, kini orientasi seksku condong ke laki-laki gara-gara Pak Lik. Namun aku tak menuntutnya. Tak apalah aku jadi gay.

Dari awal aku yang badel kayak preman kini aku semakin mengurung diri, menjadi pendiam dan tak mau berteman dengan siapapun. Yang bisa kulakukan hanya curhat dalam blog ini. Salam…


Cerita Selanjutnya Baca: Kontol Kang Yasin Terjepit Nikmat di Pahaku (Cerita Johan) #3


Baca "Cerita Johan" Dari Awal: Keperawananku Direnggut Lik Bambang (Cerita Johan) #1
Foundation Study ITIL