Cara Ngentot Sepasang Sahabat SMA (Kisah Remaja Biseks) #1

Itil Foundation
Dipenghujung bulan April 2012 adalah waktu luang bagi Ega dan Adit karena mereka telah selesai menempuh Ujian Nasional di SMA 03 Surabaya. Ujian yang banyak ditakuti oleh siswa SMA tingkat akhir. Namun beberapa dari mereka lebih takut dengan situasi setelah lulus SMA. Mereka akan melewati masa remaja yang sungguh bahagia. Bagi siswa SMA tingkat akhir, bolos sekolah, tidak ikut kelas matematika, menggosip di kantin, merokok dikelas saat guru rapat, memanjat pagar, dan ciuman di toilet merupakan momen yang paling mereka kenang. Suatu kebersamaan yang sebentar lagi akan hilang, berpisah, dan menjalani hidup baru yang lebih dewasa.

Dipenghujung bulan April, beberapa dari mereka ada yang mengikuti bimbingan tes masuk Perguruan Tinggi karena ada waktu satu bulan sebelum pelepasan SMA yang berbarengan dengan acara pentas seni remaja di aula sekolah. Namun tidak bagi Ega dan Adit. Ega dan Adit lebih memilih menghabiskan liburan sekolah mereka dengan bersenang-senang.

Ega dan Adit adalah sahabat sejak SMA. Rumah mereka berjarak 10 km, namun jarak tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk bermain. Ega sering menginap di rumah Adit. Begitu pula Adit juga sering menginap di rumah Ega. Bahkan rumah orang tua mereka menjadi basecamp, mereka sering tidur, mandi, makan di rumah sahabatnya. Bahkan tidak segan-segan menyuruh pembantu untuk memanfaatkan jasanya. Mereka sering berpindah basecamp seminggu sekali. Minggu pertama di rumah Ega, minggu kedua di rumah Adit begitu seterusnya. Hubungan sahabat mereka sangat erat uang jajan mingguan dari orang tua mereka dibuat berdua. Ega sering membayari makan Adit di kantin, begitu pula Adit sering membayari bensin mobil Ega. Mereka tidak saling perhitungan dalam urusan uang. Bahkan ketika Ega butuh uang, Adit yang meminjamkan, namun Ega tidak mengembalikan karena lupa dan Adit tidak menuntut uangnya kembali. Begitu pula sebaliknya.

Ega adalah anak pertama dari dua bersaudara. Adiknya perempuan berusia 10 tahun duduk di kelas empat SD Harapan Surabaya. Papanya baru saja diangkat menjadi HRD di salah satu pabrik di Sidoarjo. Mamanya tidak bekerja namun sering pergi arisan bersama teman-temannya. Selain itu keluarga mereka juga mempunyai bisnis kos yang berada di daerah kampus di Surabaya. Ega termasuk anak yang paling dimanja mamanya. Namun Mamanya memanjakannya dengan cara memberi materi sebanyak-banyaknya. Ega sudah dibelikan mobil honda jazz sejak kelas 1 SMA, sudah diberi kartu kredit, dan gedget terbaru. Namun karena kesibukan orang tua Ega, maka Ega bergantung pada jasa pembantu yang bekerja di rumah yang merawatnya.

Tidak berbeda dengan Ega, kehidupan Adit juga tidak kalah mewahnya. Papa Adit bekerja di Jakarta berkantor di Kementrian Luar Negeri. Ia juga punya apartemen di Jakarta yang ditempati papanya. Sedangkan mama Adit mempunyai bisnis butik di Surabaya. Adit tinggal bersama mamanya serta beberapa pembantu di perumahan elit di Surabaya. Adit merupakan anak tunggal yang sangat dimanja orang tuanya. Hampir sama seperti Ega, orang tua Adit memanjakan anaknya dengan memberi materi. Jadi apapun yang Adit mau, pasti orang tuanya langsung menyanggupi. Terkecuali urusan pendidikan. Pendidikan Adit disetir oleh papa dan mamanya. Namun dalam hal ini Adit kurang menyukai cara mereka.

Ega dan Adit tidak seperti orang kaya pada umumnya yang sombong, pemilih teman, egois, suka pamer, sok populer dll. Ega dan Adit ramah dengan teman-teman lainnya di sekolah. mereka tidak memilih-milih makanan, bahkan sering makan bakso 5000an di kantin sekolah. Ega dan Adit mempunyai banyak teman.

Teman mereka banyak dari orang kelab malam yang gaya hidupnya bebas. Lingkungan mereka berdua berada di lingkungan yang bebas. Sering mainin perempuan, taruhan ketika ada pertandingan balap mobil liar, ganja dan obat-obatan dll. Kedua orang tua mereka bahkan pembantunya tidak mengerti hal tersebut. Karena Ega dan Adit sering menghabiskan malam di berbagai kelab malam di Surabaya hanya untuk minum, ajojing, dan ngerokok. Mereka sudah tahu bahaya obat-obatan terlarang maka hal itu sangat dihindarinya. Jika ada temannya yang memberi pil anjing, maka dengan halus mereka menolaknya, jikapun dipaksa mereka tidak memakainya namun dibuang di jalan ketika mereka pulang dari kelab malam. Mereka saling menjaga agar tidak terjerumus dalam lembah hitam yang menyesatkan.

Hubungan persahabatan Ega dan Adit sangat dekat. Mereka punya jadwal sendiri ketika beronani bersama. Setidaknya sebulan dua kali di kolam renang rumah Adit. Mereka beronani bersama ketika tidak ada pembantu di rumah. Terkadang jika situasi kurang aman, onani dilakukan di kamar sambil membuka majalah Playboy dengan menikmati foto model berbikini yang seksi. Mereka berdua mengocok kontol masing-masing sambil menikmati sajian gambar panas model berbikini di dalam majalah Playboy.

***

Terkadang Ega dan Adit juga membutuhkan 'me time' untuk kepentingan pribadinya. 'Me time' mereka gunakan untuk berkencan dengan pacar masing-masing. Ega dengan pacarnya Putri gadis cantik seusia yang berbeda SMA. Ketika pacaran, Ega dan Putri menghabiskan waktu dengan jalan-jalan di mall, nonton film di bioskop, makan malam di restoran atau food court, dilanjutkan ngentot di dalam mobil yang terparkir di atas gedung mall.


Mereka pacaran sudah satu tahun sejak kelas dua SMA bertemu ketika ada pertandingan basket antarSMA. Putri adalah ketua tim cheerleader di SMAnya. Dalam urusan ngentot Ega sudah melepas perjakanya dengan mantan pacar waktu kelas 3 SMP. Sedangkan Putri melepas keperawanannya sejak pacaran dengan Ega kelas dua SMA.

***

Pada suatu malam minggu Ega dan Putri menghabiskan hari dengan menonton bioskop hingga 2 sesi tayangan 16.30 dan 18.30. Mereka duduk di bangku paling belakang atas permintaan Ega. Dalam sesi film terakhir, di tengah penayangan film, hasrat mereka semakin meninggi setelah beberapa adegan ciuman ditayangkan. Tangan kiri Ega meraba paha Putri yang duduk di sebelah kiri Ega. Ega mencoba merangsang dengan sentuhan lembut yang semakin melorot hingga di bagian dalam paha Putri. Putri mendesah hingga tidak bisa konsentrasi lagi dengan film luar yang diputar. Ega mengangkat dengan pelan-pelan rok yang dikenakan Putri hingga tersibak ke-atas namun ia membiarkan saja aksi nakal pacarnya.

Putri terus mendesah lirih dan desahannya dikalahkan oleh suara film di sound studio yang menggema, namun desahan Putri sangat disadari Ega karena paha Ega turut diremas Putri tanpa sadar karena menikmati sentuhan nikmat yang diberikan Ega. Tangan Ega naik ke atas menyentuh tempik empuk Putri yang masih terbungkus celana dalam. Ega terus menggosok lembut tempik Putri yang masih dilapisi celana dalam seperti mengusap-usap teko Aladin. Putri tidak tahan lagi, ia menyodorkan bibirnya ke arah muka Ega lalu mereka cipokan beradu lidah. Mereka berdua terus berciuman sedangkan tangan Ega sudah berhasil menyibakkan rok ke atas hingga melilit di perut dan memplorotkan celana dalam hingga ke lutut Putri. Kini jarinya semakin bebas mengelus tempik Putri yang empuk dengan bulu jembut halus yang menghiasinya. Jari telunjuk dan jari manis Ega membenggang bibir vagina kemudian jari tengahnya bebas merangsang itil dan lubang vagina Putri yang mulai basah dengan lendir precum.

Badan Putri menegang dan semakin lahap menciumi bibir Ega. Sesekali putri berteriak tertahan karena ulah jari tengah pacarnya mulai masuk ke lubang vaginanya yang sudah licin. Ega sadar bahwa Putri akan memuncak maka Ega semakin bergairah mengobok-obok lubang tempik Putri dengan jari tengahnya. "Aw... akh..." Teriak Putri lega. Tampaknya Putri sudah klimaks. Putri mengecup bibir Ega, memakai celana dalamnya lagi, lalu memplorotkan roknya yang tersibak di perutnya. Ia segera berdiri mengajak Ega pergi meninggalkan bioskop untuk meneruskan permainan di luar. Ega menuruti kemauannya namun ia tidak punya ide akan diteruskan dimana. Putri tidak mau repot, diteruskan ngentot di dalam mobil juga tak apa. Mereka berdua keluar dari bioskop dengan langkah terburu di pertengahan film.

Mereka berdua keluar studio bioskop menuju parkiran mobil di atas rooftop gedung dengan terburu-buru. Waktu naik lift ternyata tidak ada siapa-siapa di sana, kemudian mereka tidak menyianyiakan waktu yang digunakan untuk berciuman di dalam lift untuk menstabilkan hasrat yang masih meninggi. Saat puntu lift terbuka mereka segera menghentikan kegiatan nakal mereka lalu berjalan dengan cepat menuju mobil Honda Jazz merah milik Ega.

Mereka masuk dari pintu belakang mobil Ega. Setelah mereka berdua masuk dalam mobil, dengan tidak sabar Putri membuka kaos serta melepas bra nya, mengangkat roknya ke atas hingga ke perut lalu memplorotkan celana dalamnya hingga lepas namun masih tersangkut di mata kaki kirinya. Diikuti dengan Ega yang memplorotkan jeans Levi's-nya serta boxer hingga ke lutut.

Dengan beringas Ega menjilati tempik pacarnya tanpa terhalangi kaki karena sudah mengangkang sedari tadi. Putri mendesah sedikit menjerit karena jilatan maut Ega di tempiknya beringas seperti jilatan anjing yang rakus makan es krim. Putri meremasi payudaranya sendiri sambil mengeluh keenakan. Ega dengan beringas menenggelamkan hidung serta memainkan lidah di itil pacarnya sambil sibuk mengocok kontolnya sendiri yang sudah ngaceng total sedari tadi.



Seolah mengejar waktu kontol Ega yang sudah tegang dipaksa masuk ke dalam lubang tempik pacarnya yang sudah licin tanpa harus di oral terlebih dahulu. Sedikit paksaan, kontol remaja SMA itu sudah masuk dengan seksama. Ia langsung menggenjot tanpa memberi kesempatan Putri untuk beradaptasi. Benar saja Putri langsung mengeluh kesakitan namun juga merasakan hal yang nikmat. Kini kedua tubuh remaja tersebut sudah menjadi satu dengan melakukan penetrasi di dalam mobil yang terparkir di basement rooftop mall yang sepi.



Ega terus menggenjot lubang tempik pacarnya menggunakan kontolnya sambil meremas payudara serta mencipoki mulut Putri. Jari-jari Putri terus memutar-mutar itilnya untuk membantu merangsang hasratnya sendiri. Sepuluh menit pertama sejak penetrasi badan Putri mengejang mengeluh tak karuan seraya menjerit merasakan kenikmatan yang teramat sangat. Putri sudah klimaks untuk kedua kali di tempat yang berbeda. Kemudian disusul dengan dengusan Ega yang terus mendesah menikmati setruman kenikmatan yang menjalar di seluruh tubuhnya. Ega memberitahukan pacarnya kalau dia akan keluar. Putri menyuruh Ega agar pejuhnya dikeluarkan di dalam saja. Namun Ega tidak menyetujui permintaan Putri yang akhirnya diseburkan di atas perut Putri sebagian mengenai roknya yang tersibak diperut. Crooot... crooot.... crooot.... crooo... crrooot... cairan kental berwarna putih keluar dari kontol anak ingusan menodai perut serta rok pacarnya.



Mereka berdua bersandar di jok mobil mengatur nafas dan menikmati puncak kejayaan hasratnya. Mereka terselamatkan dari kecelakaan kehamilan yang akan menimpa mereka berdua beberapa bulan ke depan jika Ega menyemburkan maninya ke dalam vagina Putri. Sepasang remaja yang masih mikir pakai kelamin seperti Ega dan Putri masih diselamatkan malaikat dari godaan setan yang terkutuk. Begitulah cara sepasang remaja ini untuk menghabiskan waktu untuk pacaran yang digunakan untuk ngentot di sembarang tempat.

Namun ada suatu kenikmatan yang belum dirasakan Putri, terasa seperti ada yang kurang, karena ia belum merasakan saripati pacarnya membanjiri lubang vaginanya. Putri menahan penyesalan atas ketidak sempurnaan cara ngentot pacarnya. Ia mengenakan pakaiannya kembali. Mereka berdua menancap gas pulang ke rumah masing-masing. Namun hati Putri sedikit terganjal hingga wajah muram tak bisa ditutupi dengan senyum palsunya.

***

Pacar Adit bernama Angle. Mereka diperkenalkan Putri Pacar Ega. Angle dan Putri adalah sahabat akrab. Angel juga merupakan anggota tim cheerleaders. Angel dan Adit mulai jadian beberapa bulan setelah Ega dan Putri jadian.

Sebenarnya mereka berempat adalah dua pasang sahabat namun mereka berempat tidak pernah hang out bersama. Mereka lebih memilih berkencan berdua dengan pasangan masing-masing. Bahkan jika Putri dan Ega sedang kencan berdua, mereka melupakan sahabat dan benar-benar memadu kasih berdua tanpa ada topik pembicaraan tentang sahabatnya, begitu pula Adit dan Angel. Namun di luar itu ketika di sekolah Putri dan Angel saling curhat dan bertukar cerita ketika sedang berkencan dengan pacar mereka masing-masing semalam. Tapi tidak bagi Ega Dan Adit, mereka tidak pernah membicarakan tentang pacar mereka ketika sedang berkumpul. Bagi Ega dan Adit soal pacar adalah ranah privasi yang tidak perlu diketahui orang lain termasuk sahabatnya.

***

Sama seperti Ega, 'me time' Adit dihabiskan untuk berkencan dengan pacarnya dan acara keluarga jika mamanya mengajaknya ke Jakarta. Namun Adit kurang suka pacaran seperti anak alay yang suka keluyuran di Mall. Ia menghabiskan waktu dengan pacarnya di hotel. Namun karena usia mereka kelihatan sangat remaja maka pilihan Adit jatuh pada hotel berbintang 5. Ia sering menginap di hotel Sheraton karena jika di hotel melati Adit takut kena razia.

Adit tidak pernah teledor. Ia selalu berpikir jauh ke depan walaupun hanya urusan bersenang-senang. Ia berani ngentot memek remaja namun ia sadar diri mewajibkan dirinya untuk memakai kondom. Ia tidak mau atas keteledorannya sampai menghamili anak orang. Walaupun dia kaya dan cinta mati kepada Angel, namun Adit belum siap untuk menikahinya. Adit masih punya jalan yang panjang dan cita-cita yang harus dicapai seperti kuliah di Jurusan Filsafat yang dirasa cukup keren yang diidam-idamkannya. Maka dari itu ia wajib memakai kondom saat ngentoti pacarnya. Sebesar apapun hasratnya yang menggebu, ia akan tetap menunda melakukan penetrasi jika tidak tersedia kondom.

Suatu hari ketika mamanya berada di Jakarta, ia menyempatkan menginap di hotel Sheraton, salah satu hotel berbintang 5 di Surabaya. Adit bersama Angel sudah meluangkan waktu untuk berdua untuk memadu kasih yang sudah direncanakan satu minggu sebelumnya bahkan hotel sudah dipesan jauh hari sebelumnya. Ia membeli kondom di Indomaret yang jauh dari aksesibilitas dirinya. Adit pertama kali masuk di Indomaret tersebut, membeli beberapa kotak kondom, tisue magic, dan pelumas, lalu ia tidak akan datang lagi di Indomaret tersebut untuk selamanya dengan alasan menghapus jejak karena remaja seperti dirinya yang baru berusia 17 tahun masih dianggap tabu membeli alat kontrasepsi tersebut walaupun tidak ada yang melarang.

Pada hari sabtu siang Ia dan Angel masih berada di sekolah, padahal hotel sudah di pesan dan sudah bisa check in. Karena keterlambatan pulang sekolah maka rencana Adit tidak berjalan sesuai harapan yaitu chack in hotel tepat waktu. Namun baginya tidak terlalu masalah yang penting pacarnya sudah ready. Ketika pintu gerbang sudah dibuka maka Adit segera tancap gas dengan mobil Honda City nya menjemput pacarnya di SMA lain. Setelah Angel masuk mobil Adit maka mereka singgah sebentar ke pom bensin yang ada rest areanya untuk numpang ganti seragam dengan baju biasa yang sudah mereka bawa sebelumnya untuk menutupi identitas mereka yang masih SMA karena akan masuk hotel. Mobil sudah diarahkan parkir oleh satpam hotel. Tas ransel sekolah mereka dibawakan oleh pegawai hotel dengan troli koper dari parkiran menuju ke loby hotel. Adit dan Angel berjalan sesantai mungkin masuk menuju ke loby hotel. Walaupun bukan pengalaman pertama dan sudah pernah beberapa kali masuk hotel berdua, namun masih ada rasa nervous ketika pertama kali masuk hotel dan daftar di resepsionis. Namun rasa nervous mereka sudah hilang ketika sudah masuk kamar.

Adit check in sudah pukul 5 sore padahal ia bisa lebih lama menikmati kebersamaan dengan pacarnya sejak pukul 2 siang. Mereka sudah cukup lega ketika berhasil masuk kamar hotel berdua dengan lancar. Adit langsung meleparkan tubuhnya di kasur yang empuk, melepaskan lelah, dan nervous karena takut diintrogasi oleh pegawai resepsionis hotel dan gagal menginap karena masih bocah. Angel sudah sibuk foto selfie dengan henfonnya di berbagai sudut kamar serta di balkon privat yang mempunyai taman mini dan kolam renang pribadi yang hanya dapat diakses dari kamar hotel. Adit ingin tidur sebentar mengumpulkan energi untuk perang yang akan dilakukannya sebentar lagi.

Angel sudah tidak sabar lagi ingin bercinta dengan Adit. Ia berbaring disamping Adit dengan sengaja menempelkan buah dadanya di lengan Adit. Adit yang berusaha memejamkan matanya namun ia tidak jadi terlelap setelah dirangsang oleh pacarnya. Ia membuka matanya dan tersenyum ke arah Angel yang nakal. Adit merespon kemauan Angel sekedar melakukan ciuman saja. Namun ciuman mereka berdua makin lama makin maut dan panas. Hanya sekedar ciuman namun pakaian mereka sudah terlepas secara otomatis tanpa disadarinya. Ciuman liar menjalar ke bagian leher hingga payudara. Tampaknya mereka berdua sudah tenggelam terlalu dalam di dalam hasrat seksual mereka. Sepasang remaja dengan perkembangan tubuh yang belum sempurna dewasa tersebut sudah telanjang total dengan hasrat seksual yang menggebu.

Adit menggendong pacarnya menuju ke balkon taman pribadi di luar kamar hotel. Mereka menyeburkan diri di kolam renang mini pribadi. Mereka meneruskan ciuman yang makin memanas walaupun sudah berada di dalam kolam renang. Tubuh mereka yang telanjang basah bergesekan semakin menggairahkan hasrat seksual.


Adit memberikan kontolnya yang sudah tegang hadiah untuk pacarnya. Dengan girang angel menerima kontol Adit yang langsung dimasukkan ke dalam mulutnya. Adit mendesah seraya membimbing kepala pacarnya agar kontolnya bisa masuk dalam mulut pacarnya dengan seksama. Tak ingin terus menggurui, Adit melepaskan tangannya yang sedari tadi memmbimbing kepala pacarnya, lalu tangannya dilepaskan dan dilipat ke atas seperti orang melakukan skot jump. Adit mendongak ke atas menikmati dan  memasrahkan kontolnya pada pacarnya.



Setelah Angel kenyang mengoral kontol pacarnya maka ia lepaskan kontol Adit dari mulutnya lalu memainkan senjata pacarnya mengitari putingnya. Angel mendesah tak karuan dengan tangan kirinya memutar-mutar itilnya sendiri. Keduanya mulai memuncak, Adit sudah tidak.sabar lagi. Ia duduk di bibir kolam renang lalu Angel mulai menduduki kontol Adit yang sudah tegak berdiri menjulang tinggi. Kontol Adit mendesak masuk lobang vagina Angel yang empuk seperti bakpau. Angel menaik turunkan badannya sambil tangan kirinya terus menggosok itilnya sendiri seperti gerakan tangan lihai DJ memainkan piringan hitam. Mereka berdua mengeluh mendesah menikmati permainan. Adit dengan rakus melahap buah dada Angel yang terpampang di depan mukanya. Angel memberikan buah dadanya yang kanan dan kiri secara bergantian dengan ikhlas.



Mereka kemudian berganti posisi dengan doggy style. Angel mengambil posisi seperti bayi merangkak, sedangkan Adit mengambil posisi berlutut di belakang Angel. Adit memasukkan kontolnya ke memek Angel dari belakang lalu langsung menusuk-nusuknya hingga lebih dalam seraya mengendalikan gerakan dengan cara memegangi pinggul Angel. Angel semakin mendesah karena kontol Adit bisa lebih dalam dan seksama masuk di memeknya hingga hampir menyentuh rahimnya. Mereka berdua mengeluh mendesah, Angel melakukan gerakan-gerakan sexy dengan mengibas-ngibaskan rabut basahnya yang membuat Adit semakin bergairah. Tubuh Angel mulai mengejang tanda ia klimaks untuk yang pertama. Tidak lama kemudian disusul tubuh Adit yang sepeeti disetrum lalu ia keluarkan pejuhnya tanpa ragu di dalam memek Angel karena sudah terlindungi oleh kondom. Mereka berdua berpelukan, saling berciuman lalu kembali ke kamar.

Kondom yang membungkus kontol Adit sudah menampung banyak pejuh, kemudian dilepas lalu diganti yang baru. Adit merasa masih kuat jika bermain satu ronde lagi. Mereka bermain satu babak lagi di atas ranjang empuk berukuran besar 2x2 m. Di sana mereka melakukan ngentot dengan berbagai variasi yang menggairahkan seolah mustahil dilakukan oleh sepasang remaja SMA yang bulu jembut dan ketiaknya belum tumbuh semua.

Kurang dari 24 jam Adit dan Angel berada di hotel mewah. Waktu yang singkat bagi mereka berdua. Mereka hingga tidak memanfaatkan fasilitas hotel seperti infinity pool yang berada di puncak gedung dengan view kota, taman-taman yang indah, spa, karaoke, restoran dll. Mereka berdua sudah tidak memikirkan fasilitas yang bersifat intertain yang disuguhkan pihak hotel. Semua dihabiskan untuk berdua di kamar hotel dengan ngentot saja sudah dirasa cukup bagi mereka. Karena kesempatan ngentot seperti ini tidak tiap bulan akan datang, maka waktu kurang dari 24 jam harus digunakan untuk ngentot sepuasnya sampai pejuh terkuras habis.

***

Begitulah cara kedua sahabat Ega dan Adit untuk menggunakan 'me time'-nya masing-masing. Mereka berdua sangat maniak sex dengan pacarnya masing-masing.


Cerita Selanjutnya Baca: Perselingkuhan Adit Dan Ega Dengan Pacar Sahabat Sejatinya (Kisah Remaja Biseks) #2
Foundation Study ITIL