Om Om Macho Dientot Brondong Straight (Kisah Remaja Biseks) #6

Itil Foundation
Pagi itu Adit dan Ega sudah terbangun. Namun Tika belum pulang padahal waktu sudah menunjukkan pukul 9 pagi. Seharusnya mereka bersenang-senang hari ini berenang di pantai sepuasnya karena Adit dan Ega sudah mampu mendapatkan uang 800 ribu, belum lagi duit dari jualan memek Tika, pasti mereka bisa jalan-jalan keliling Bali sampai puas.

Adit tak sabar menunggu Tika pulang ia ingin mentraktirnya sarapan walaupun dengan uang terbatas yang ia peroleh, ia ingin mentaktir Tika dan Ega yang telah berbaik hati menemaninya dalam senang dan susah. Ia pikir Tika dan Ega adalah sahabat yang sejati yang bisa diajak gembel bersama tanpa saling meninggikan ego masing-masing walaupun diantara Ega dan Adit ternyata saling menghianati urusan cinta namun dalam hal urusan hidup mereka saling dapat memberi dan menerima dengan baik. Adit sangat beruntung mempunyai sahabat seperti Ega dan Tika.

Adit melihat Ega yang sedang merokok bahagia di ranjang Tika. Kemudian mereka saling ngobrol berbagi cerita.



"Gimana Ga enak gak diemut om-om?" Tanya Adit meledek.

"Sialan, kamu sendiri enak gak dicipok om-om?" Tanya Ega balik.

"Gak usah munafik deh kamu pret! Kayaknya kamu sangat menikmati gitu dioral om-om bule tadi malem. Kamu mau keluar kan?"

"Tapi mendingan aku deh Dit, aku aja ngelihat kamu ngeri dicipok om-om mu yang beringas itu. Mendingan aku masih merasakan enak bisa sampek ngaceng."

"Nah tu kan emang bener kayaknya kamu menikmati banget deh Ga, jangan-jangan kamu suka cowok ya!"

"Bangsat! Sialan!" Ega melempar guling ke arah Adit karena telah diledek oleh Adit. "Eh tapi bener lo Dit, lumayan lo cuma modal kontol aja kita udah dapet banyak duit, iya nggak? Bahkan om-om yang tadi malem mau menawari kita untuk tidur semalam bersamanya." Tambahnya.

"Ya kenapa enggak kamu ambil aja tawarannya?" Tanya Adit sambil menahan ketawa setelah mendengar pengakuan jujur dari Ega yang dianggapnya konyol.

"Iya ya kenapa ya?! Padahalkan cuma menemani om-om tidur aja kan? Tapi ngomong-ngomong masak cuma tidur aja pasti diapa-apain deh. Emangnya orang gay gitu apa juga ngentot ya Dit? Terus cara ngentot mereka apa dimasukkan ke lubang pantat ya? Iuh apa gak sakit ya? Aku aja waktu sembelit perihnya minta ampun, apalagi dimasukin kontol. Idih gak kebayang deh. Tapi kalo aku yang ngentot pantatnya gak papa juga sih. Lumayan loh Dit ngentot pantat semalam dapet sejuta."

Adit dan Ega membayangkan geli sambil tertawa terpingkal-pingkal. Adit kembali terbayang saat ngentot dengan Putri pacar Ega waktu itu. Ia melakukan anal seks untuk pertama dan terakhir kalinya. Memang baginya ngentot pantat juga tak kalah nikmat sama seperti ngentot memek, malah lebih nikmat ngentot pantat soalnya lebih rapet dan singset agak keset nggak kayak memek yang terlalu becek. Tapi-tiba tiba terbesit bayangan ia ngentot om-om yang macho. Adit bergidik merinding membayangkan hal tersebut.

Tak lama kemudian Tika pulang naik taksi dan tampak sudah mandi dilihat dari rambutnya yang basah.

"Halo guys gimana tadi malam kalian dapat berapa?" Tanya Tika dengan semangat.

"Kami dapat 800 an, 600 dari aku, 200 dari Adit. Kamu sendiri dapat berapa Tik?" Tanya Ega kemudian.

"Yah lumayan lah dari aku 800 juga jadi uang kita jika ditotal terkumpul 1,6 juta... lumayan bro. Jadi habis ini kita makan sepuasnya... yuhuu...  jadi mumpung masih pagi ayo kita cabut berenang di pantai lagi broo..." semangat Tika menularkan energi positif ke Ega dan Adit yang juga ikut bersemangat.

***

Hari itu merupakan hari yang bahagia bagi Adit, Ega, dan Tika karena bisa makan siang sepuasnya all you can eat di restoran pinggir jalan raya Seminyak yang agak mahal dan mewah. Mereka hanya mengeluarkan kocek 240 ribu sudah bisa makan enak sepuasnya sampe kenyang untuk tiga orang di restoran mewah tersebut. Kini mereka makan enak membabi buta dengan bebas karena uang mereka masih banyak. Tak ada yang dikawatirkan lagi.



Usai makan mereka menuju ke pantai Dreamland sebuah pantai kecil, berpasir putih, berombak tenang, dan berwarna hijau tosca. Mereka seperti duyung begitu ada pantai rasanya langsung pengen nyebur menyatu dengan alam. Ega dan Adit balapan lari nyebur ke pantai setelah melepas kaos mereka. Tak mau ketinggalan, Tika juga ikut berlari setelah melepas tangtop serta hotpants-nya menyusul Adit dan Ega. Mereka bertiga tertawa gembira sambil berendam di pantai yang hangat. Momen seperti ini yang mereka-idam idamkan. Merasakan suatu kebebasan hingga terlepas dari segala beban.

Setelah mereka puas bersenang-senang kini mereka melanjutkan perjalanan ke Uluwatu. Mereka langsung cabut tanpa berbilas tanpa ganti baju. Adit dan Ega hanya mengenakan celana Billabong yang sedikit mamel karena usai dipakai berenang. Sedangkan Tika hanya memakai bikininya yang ditutupi kain sarong khas Bali bermotif sunset yang dililitkan dipinggulnya. Mereka tanpa punya rasa malu langsung bergegas pindah lokasi menuju pantai Uluwatu. Dalam perjalanan yang sedikit curam mereka tetap ramai. Di dalam mobil mereka bernyanyi kencang-kencang lagu Bon Jovi Its My Life. Hingga akhirnya tanpa disadari akhirnya sampai juga mereka di pantai Uluwatu. Pantai dengan sensasi tebing yang curam membuat mereka malas untuk mandi lagi karena terlalu berbahaya. Akhirnya mereka menghabiskan waktu untuk makan siang di warung pinggir pantai. Mereka memesan 3 batok es kelapa muda, seafood, dan beberapa botol bir besar.




Matahari mulai condong ke barat, mereka kembali namun mampir di pura Pecatu untuk melihat sendra tari kecak dengan latar belakang sunset Bali yang cantik. Mereka benar-benar terpukau dengan keagungan pertunjukan tari kecak yang spektakuler. Pertunjukan berakhir ketika mega jingga sudah tiada menghiasi langit dan berganti petang bertabur bintang. Semua penonton bertepuk tangan lalu berbondong-bondong pulang. Tidak terkecuali Adit,Ega dan Tika. Mereka pulang dengan membawa kenangan kebersamaan yang indah yang tak akan dilupakan seumur hidupnya.

Malam itu Adit, Ega dan Tika melanjutkan kembali wisata malam mereka. Tika menantang lagi akan mengajak Adit dan Ega untuk kembali mencari kebebasan dengan mencari ceperan dengan cara yang nakal. Tika menantang Ega dan Adit untuk pergi ke clubbing lagi di Bali Joe. Awalnya Adit tidak mau namun akhirnya terhasut oleh Ega yang masih ragu-ragu. Ega lebih memikirkan hasil yang didapat. Baginya hanya memberikan kontol saja sudah dapat satu juta, sebuah profesi yang cukup menggiurkan baginya, apalagi sifatnya lebih ke senang-senang tanpa harus banting tulang memeras keringat. Tika mengkompor-kompori mereka karena dengan melacur beberapa malam saja, jika hasilnya digabung mungkin mereka bertiga sudah bisa lanjut berjalan-jalan ke Lombok. Adit dan Ega semakin terhanyut oleh hasutan Tika akhirnya mereka menyetujui gagasan Tika.



Malam itu akhirnya Adit, Ega dan Tika masuk Bali Joe lagi untuk kedua kalinya. Tika yang sudah berpengalaman sama seperti Icha memberi tahu ciri-ciri gadun yang kaya kepada Adit dan Ega. Tapi Adit dan Ega tidak paham penjelasan Tika, mereka tidak bisa menangkap sinyal untuk menebak mana gadun yang kere dan mana gadun yang kaya. Mereka berdua bingung hingga mati gaya berdiri kikuk di antara table-table bar. Sementara Tika sudah bergerilya mencari target pemerasan.

Queer memakai kostum Lady Gaga, Katy Perry, dan Rihanna sudah tampil di atas panggung dengan memancarkan aura divanya yang penuh percaya diri. Penonton semarak dan mulai banyak yang berdatangan. Tiba-tiba ada yang meremas bokong Adit dan Ega dari belakang. Ternyata gadun lokal gempal yang kemaren memberi tantangan pada Adit untuk mencipok bibirnya. Gadun tersebut ramah menyapa Adit dan Ega. Ega memberi senyuman namun Adit sedikit ketakutan. Gadun tersebut hanya datang sendirian hanya dengan Kucing gay manja dan kemayu peliharaannya. Gadun tersebut mengajak Adit dan Ega bergabung untuk minum sepuasnya. Adit yang masih takut kemudian diseret oleh Ega yang tergiur tawaran minum gratis sepuasnya bersama dengan Gadun tersebut. Gadun tersebut open table dengan memesan minuman hingga 1 juta, Ega tercengang begitu banyak minuman berkelas dihadapannya. Ega bersemangat menuangkan minuman ke gelas-gelas yang masih kosong. Saking bersemangatnya Ega mengajak bersulang duluan. Semua bersulang lalu meneguk Smirnoff dalam satu tegukan. Gadun tersebut malah menyukai sikap Ega yang mulai akrab dengannya.

Mereka semua mulai nge-fly. Gogo boys keluar dan beraksi menari stiptis. Gadun tersebut bercumbu dengan Kucingnya, berciuman tanpa permisi di table mereka. Adit dan Ega sibuk minum teguk demi teguk dan menghiraukan Gadun dan Kucing disampingnya yang asik berciuman. Tika datang menghampiri Adit dan Ega, dia minta ijin mau menginap di hotel Andre bule Australia yang pernah dikenalkan oleh Icha di Sky Garden waktu hari pertama di Bali. Adit dan Ega mempersilahkan Tika pergi dan mengingatkan agar besok pagi agar cepat pulang ke kosan.

Adit dan Aga teler berat mereka sampai tidak bisa mengangkat kepalanya sendiri. Si Gadun membiarkan kedua brondong itu tidur di table. Ia mengajak Kucingnya untuk berajojing di tepi stage sambil nyawer gogo boys seraya meraba-raba lekuk tubuh penari telanjang tersebut. Si gadun menjepit uang 50ribu di sela jarinya lalu tangannya meraba-raba perut, lengan, dada, serta kontol gogo boys tersebut sebelum menyisipkan uangnya di celana dalam gogo boys tersebut. Mereka kembali menari-nari dengan gerakan erotis. Musik DJ terus semarak hingga malam itu suasana di Bali Joe pecah.

Gadun tersebut membopong Ega dan Adit yang sudah teler berat untuk pulang. Mereka sudah tidak sadar dan tidak bisa dibangunkan akhirnya dengan terpaksa ia membawa ke hotelnya di hotel Pullman Kuta. Mereka dinaikkan ke mobilnya kemudian Gadun tersebut membawanya menuju hotel Pullman tempat ia menginap. Setiba di hotel, Gadun tersebut menidurkan Adit dan Ega di ranjang tipe king yang luas.

Malam itu si Gadun dan kucingnya ngentot di kamar tanpa disadari oleh Adit dan Ega. Adit dan Ega masih pulas tertidur walaupun springbed yang ditidurinya bergoyang-goyang dan berderit-derit karena aktivitas ngentot yang dilakukan Gadun dan Kucingnya sang pemilik room hotel. Suara desahan mereka terdengar lantang tidak ditahan-tahan lagi. Mereka tidak khawatir jika Ega dan Adit terbangun karena kegaduhan aktivitas ngentot yang mereka lakukan.

Setelah ronde pertama selesai mereka malah menjahili Adit dan Ega yang tidur pulas dengan cara menelanjangi mereka hingga bugil. Si Gadun meraba-raba seluruh tubuh Ega, sedangkan si Kucing sibuk ngemut kontol Adit yang masih tidur. Mereka bergantian menjahili Ega dan Adit yang sudah terbawa ke dunia mimpi. Malam semakin larut, Gadun dan Kucingnya sudah putus asa mengerjai Adit dan Ega yang tidak ada respon sama sekali. Mereka tetap terlelap saking telernya. Akhirnya Gadun dan Kucingnya tidur dan membiarkan Adit dan Ega telanjang. Kini ada 4 laki-laki telanjang tidur bareng satu kasur di hotel.

***

Waktu menunjukkan pukul 9 pagi. Adit membuka matanya secara perlahan. Ia masih berusaha menyatukan rohnya yang melayang entah ke mana. Ia masih bingung ia berada di mana dan dengan siapa saja. Ia melihat ke kiri ternyata ada lelaki kira-kira seumuran dengannya namun tidak ia kenali. Adit menengok jauh di ujung ranjang ternyata ada Ega juga yang masih tidur pulas. Seperti biasa saat pagi menjelang setelah bangun tidur kontol Adit selalu ngaceng. Kemudian ia menggaruk-garuk kontolnya yang ada dibalik selimut. Baru ia sadari ternyata ia telanjang. Adit langsung sadar dan kaget setengah mati. Ia langsung bangkit lalu membangunkan Ega dengan panik. Namun si Gadun terbangun kaget karena teriakan panik Adit. Adit yang beberapa saat berdiri mematung seraya bugil tiba-tiba kepalanya langsung pusing, perutnya mual akibat kebanyakan minum tadi malam. Ia lari ke toilet yang pintunya terbuka lalu muntah di kloset. Si Gadun yang masih ngantuk membiarkan Adit muntah-muntah di kloset. Si Gadun malah memeluk Ega yang masih tertidur seraya mengelus-elus kontol Ega. Ega sedikit bereaksi oleh rangsangan Gadun yang malas itu. Kontol Ega berkedut-kedut hingga menegang dan mulai panas. Melihat reaksi tersebut si Gadun malah tak jadi mengantuk, kontolnya malah ikutan ngaceng setelah melihat reaksi brondong straight di pelukannya tersebut. Si Gadun malah masuk ke dalam bed cover lebar lalu mengulum kontol Ega di balik bed cover. Ega semakin terangsang hingga mengigau sedang bermimpi dengan pacarnya.

"Ahh masukkan memekmu lebih dalam sayang..." Ega mengigau lirih sambil mendesah lalu kembali mendengkur lagi.

Tampaknya Ega sedang mimpi basah dengan pacarnya. Si Gadun malah mempercepat gerakan kulumannya maju mundur. Ia mengkocok kontol Ega. Tidak lama kemudian Adit kembali lalu membangunkan Ega dengan panik sambil mengoyah-goyahkan tubuh Ega agar cepat bangun.

"Ga... Ega... bangun Ga..." kata Adit membangunkan Ega dengan panik.

Ega membuka matanya, ia tidak sadar apa yang terjadi. Lalu ia merasa ada yang aneh di kontolnya kemudian ia membuka selimut tebal dan ternyata ada om-om yang tadi malam sedang mengoral kontolnya di balik selimut. Betapa kagetnya mereka berdua. Dengan refleks Ega mendorong kepala gadun tersebut agar mulutnya menjauh dari kontolnya.



"Apa yang kamu lakukan om!" Bentak Ega yang langsung duduk menjauh dari gadun tersebut. Teriakan Ega membangunkan kucing yang tertidur pulas. Suasana di hotel semakin tegang. Adit dan Ega semakin takut dan membayangkan sebentar lagi dirinya akan diperkosa oleh gay bugil tersebut.

Si Gadun membuka lemari lalu membuka loker di dalam lemari. Ia mengambil uang di sana dua gebok uang total 2 juta. Lalu dilemparkan dangan santai ke arah Adit dan Ega yang ketakutan di pinggir spring bed sambil menutupi kontolnya dengan kedua telapak tangannya.

"Ayo itu ambil semua 2 juta kalau kalian mau ngentotin aku." Tantang si Gadun santai.

Adit dan Ega melirik dua gebok uang tersebut. Mereka masih terdiam ketakutan.

"Gak usah takut. Aku belum ngapa-ngapain kalian kok, tadi malem cuma raba-raba dan barusan cuma ngemut sebentar. Ceritanya aku yang bawa kalian ke sini. Tadi malem kalian teler berat kebanyakan minum. Kalian sudah tidak bisa aku bangunkan, yasudah terpaksa aku membawamu ke sini tidur di hotelku, soalnya aku tidak tahu di mana hotel kalian. Oh iya tadi malem tubuh kalian panas penuh keringat. Aku takut kalau kalian kenapa-kenapa akhirnya aku telanjangi saja kalian." Modus si Gadun menenangkan kedua berondong straight di hadapannya.

Ega dan Adit melirik dua gebok uang yang berserakan tersebut lalu kembali terdiam.

"Gimana? Itu tawaranku terakhir loh. Kalo kalian gak mau, ya sudah silakan pulang sendiri kalau kalian memang mau pulang. Nggak sulit kok, kayak orang ngentot seperti biasa, seperti kalian ngentot memek pacar kalian. Ngomong-ngomong kalian sudah pernah ngentot pacar kalian belum? Masak tampang-tampang playboy belum pernah ngentot?! cuma kalo biasanya orang ngentot dimasukin ke memek, namun kali ini dimasukin ke pantat. Rasanya sama-sama enak kok malah lebih enak ngentot pantat dibandingkan ngentot memek. Mau dicoba? Kalo mau coba silahkan ambil uangnya." Rayu si gadun.

Ega menoleh ke arah Adit seraya menyikut lengan Adit untuk meminta pendapat. Adit mengangkat bahunya memberi tanda terserah, ia menyerahkan semua keputusan pada Ega. Akhirnya dengan sedikit ragu Ega menerima tantangan si Gadun. Si Gadun dan Kucingnya tersenyum sumringah lalu keduanya mendekat ke arah Adit dan Ega.

***



Si Gadun tersebut merangkul Ega sambil mencipoki mulut lalu meraba-raba kontol dan pentil Ega yang mematung. Si Kucing tak ingin mengacaukan hati Adit yang sudah luluh. Ia tak memberikan ciuman bibir karena pastinya Adit langsung menolaknya dan sulit membangun moodnya lagi. Si kucing langsung mengulum kontol serta meraba-raba pentil Adit. Gadun dan Kucing bergantian menjamah Adit dan Ega untuk melakukan gerakan foreplay untuk memanaskan hasrat Adit dan Ega. Kini kedua brondong straight tersebut mulai berreaksi. Mereka mulai memejamkan mata dan mendongak ke atas sambil mengelus-elus kepala siapapun yang melakukan blowjob pada kontol mereka. Adit dan Ega berusaha untuk menikmati rangsangan dari Gadun dan Kucing tersebut.

Si Gadun mengambil kondom dan pelumas di lemarinya lalu Gadun dan Kucing mulai mengarahkan Adit dan Ega untuk mulai melakukan gerakan ngentot. Gadun dan Kucing nungging tepi ranjang yang dibelakangnya sudah ada rudal Ega dan Adit yang perkasa yang siap menembus silit Gadun dan Kucing tersebut. Adit dan Ega mengikuti arahan Gadun dan Ega tersebut mereka menacapkan kontol mereka yang sudah terpasang kondom dan dilumuri pelumas durex lalu membimbing kontol mereka untuk ditancapkan ke silit Gadun dan Kucing tersebut dengan hati-hati. Akhirnya kontol Adit dan Ega sudah berhasil ditenggelamkan. Mereka langsung menggenjot memaju mundurkan secara perlahan agar tidak terlepas keluar karena lubang silit sangat sempit. Mereka berempat mendesah menikmati permainan. Sementara Ega dan Adit sibuk menggenjot pantat, si Gadun dan Kucing kemudian berciuman sambil menikmati genjotan kontol dari berondong straight yang menjamah silit mereka.



Gadun dan Kucing membimbing Ega dan Adit agar tidur terlentang lalu si Gadun menduduki kontol Adit dan si Kucing menduduki kontol Ega. Gadun dan Kucing bergantian merasakan kontol berondong straight tersebut. Kini posisi mereka menduduki kontol Adit dan Ega yang tidur terlentang. Goyangan pinggul Gadun membuat kontol Adit semakin terangsang. Pantat si Kucing naik turun mengendalikan penuh permainan hingga membuat kontol Ega semakin berdesir. Kini Adit dan Ega mulai hanyut dalam permainan. Mereka tak ragu lagi untuk berciuman. Si Gadun memberi ciumannya ke mulut Adit dan ia membalasnya. Begitupula ciuman Kucing dan Ega yang mulai panas mengikuti siklus permainan.



"Akhh... aku... mau keluar om..." Keluh Adit sambil menahan pejuhnya.

"Oke tahan dulu sebentar..." cegah si Gadun. Ia malah melepas pantatnya
dari kontol Adit lalu mengocok kontolnya sediri sekuat tenaga yang diarahkan ke perut Adit dan akhirnya si Gadun keluar duluan.

Akhh.... croooott.... crooottt.... crooott... crrooot... crroooott....

Si Gadun memuntahkan lahar pejuhnya di perut Adit. Kemudian dengan segera Gadun tersebut berpindah posisi untuk membantu mengocok kontol Adit. Ia melepaskan kondom Adit lalu melahap kontol Adit dan membiarkan rongga mulutnya dibasahi pejuh Adit. Tujuh kecrotan pejuh ia terima. Croooot.... croooot... croooot.... croooot.... croooot... croooottt... croooot... Adit mengejang mengeluh sambil menembaki rongga mulut om-om gay tersebut dengan pejuhnya.

Tak ingin kecolongan si Kucing mengocok sendiri kontolnya agar ia keluar duluan. Ia mengocok sambil tetap menaik turunkan pantatnya memanjakan kontol Ega. Si kucing mengeluh manja lalu memuntahkan pejuhnya di dekat pusar Ega. Croooot... croooott... crooot.... crooot.... crooot... si Kucing langsung lunglai merobohkan tubuhnya ke depan lalu membiarkan lehernya diciumi Ega.

"Nanti kalau kamu mau keluar keluarin di dalam aja ya jangan lupa kondomnya dilepas dulu." Bisik si Kucing di telinga Ega.

Ega tetap mendesah sambil berkonsentrasi menggenjot pantat Kucing agar kontolnya tidak terlepas. Genjotan Ega semakin cepat, semakin cepat. Tubuh Ega mengejang. Lalu ia mengeluarkan kontolnya dari pantat si Kucing lalu mengocoknya. Crooot.... croooott... crroooottt.... croooott... crooott.... crrooottt... crrroooottt.... crooott... kecrotan pertama dan kedua meleset mengenai bibir anus si Kucing, namun kecrotan selanjutnya sudah berhasil ditanam di dalam pantat si Kucing. Ega dan Kucing merasa lega. Kini mereka tak ragu lagi berciuman.

Mereka berempat kemudian mandi bersama. Gadun dan Kucing dengan ikhlas menggosok-gosok tubuh Adit dan Ega dengan sabun. Sedangkan Adit dan Ega hanya berdiri di bawah shower membiarkan tubuhnya disabuni Gadun dan Kucing yang semangat menawarkan jasanya. Adit dan Ega seperti dimandikan pembantunya atau mamanya ketika mereka masih kecil.

***

Adit dan Ega pulang dengan membawa uang 2 juta cash. Ia meminta resepsionis hotel agar menelfonkan satu armada taksi. Mereka menuju Bali Joe klub untuk mengambil mobilnya dan berharap tidak ada kendala karena mobilnya menginap semalaman. Mereka berhasil mengambil mobilnya kemudian pulang ke kosan.


Sesampainya di kosan Mereka sudah disambut Tika dan menanyakan berapa banyak uang yang berhasil mereka peroleh semalaman. Ega menyerahkan dua gebok uang sejumlah dua juta kepada Tika. Tika heboh  karena juga memamerkan uang 800 ribu yang ia dapat dari Andre bule Australia pelanggan Tika. Tika mengapresiasi kinerja Adit dan Ega yang bisa mendapatkan duit lebih banyak darinya. Tika menanyakan Adit dan Ega bagai mana ceritanya kok bisa dapat 2 juta semalam. Adit dan Ega terpaksa berbohong, ia mengaku hanya menemani om-om minum saja. Tapi Tika sudah tau gelagatnya kalau mereka berbohong padanya. Mana mungkin hanya menemani om-om minum sampai pulang pagi. Tika tidak meneruskan lagi. Lagi pula Tika tidak masalah rekannya mendapatkan uang dengan alasan apapun. Kemudian Tika menanyakan pada Adit dan Ega mau pergi kemana lagi setelah ini.


Cerita Selanjutnya Baca: Momen Yang Tidak Akan Dilupakan Oleh Adit Dan Ega Selamanya (Kisah Remaja Biseks) #7



Baca "Kisah Remaja Biseks" Dari Awal: Cara Ngentot Sepasang Sahabat SMA (Kisah Remaja Biseks) #1
Foundation Study ITIL