Perselingkuhan Adit Dan Ega Dengan Pacar Sahabat Sejatinya (Kisah Remaja Biseks) #2

Itil Foundation
Pada musim libur natal dan tahun baru yang lalu kebetulan seluruh karyawan kantor pabrik tempat papa Ega bekerja sedang liburan ke Singapore. Ega serta mama dan papanya sudah sangat menantikan liburan akhir tahun tersebut hadiah dari perusahaan. Ternyata Angel pacar Adit, juga mengikuti acara liburan itu, karena papa Angel juga sekantor dengan papa Ega. Hal ini terjadi secara kebetulan, mereka baru tahu beberapa minggu sebelum berangkat. Sebenarnya dalam hati Ega ada rasa sedikit bergumam mengapa bukan Putri saja yang ditakdirkan liburan bersamanya ke luar negeri. Begitu pula Angel mengapa dirinya harus berlibur bersama sahabat pacarnya, bukan sama Adit saja. Tapi apa boleh buat takdir mengatakan demikian. Namun tidak menjadi masalah, Ega dan Angel juga merupakan teman baik. Status mereka bisa dikatakan sahabat karena merupakan pacar dari sahabat sejati mereka masing-masing.

Tiga hari sebelum natal tahun lalu, Ega dan Putri diantar ke bandara Juanda oleh orang kepercayaan mereka yaitu sahabat mereka sendiri Adit dan Putri. Dengan senang hati Adit mengantarkan pacar serta sahabatnya ke bandara untuk melepas liburan mereka. Di tol Juanda mereka saling bercengkrama, Adit dan Putri menuntut oleh-oleh spesial dari Singapore. Dalam pembicaraan mereka di mobil Honda City milik Adit yang dikendarainya, ada suatu harapan bahwa suatu saat mereka berempat akan pergi liburan ke Singapore bersama-sama. Sebenarnya mereka semua mempunyai uang tabungan lebih untuk sekedar liburan ke Singapore 3 hari 3 malam, namun hanya perbedaan waktu saja yang kurang bisa dikondusifkan. Mereka harus bisa meyakinkan orang tuanya masing-masing untuk berbohong secara sepakat entah mengikuti kegiatan apa selama tiga hari tiga malam, kemudian mereka berempat kabur ke Singapore bersama tanpa sepengetahuan orang tuanya masing-masing. Namun sepertinya akan terasa sulit karena mereka berempat akan menghadapi Ujian Nasional. Tentu saja dengan alasan apapun orang tua mereka tidak akan mengijinkan. Akhirnya rencana tersebut terpaksa ditunda namun tetap menjadi planning dan masuk dalam daftar list liburan mereka setelah selesai UN.

Orang tua Ega dan Angel akan menyusul di bandara dengan rombongan tournya menggunakan bus carteran yang berangkat dari kantor. Beberapa koper orang tua Ega dan Angel  sampai duluan karena dititipkan di bagasi mobil Adit, sehingga mereka tidak repot menentengnya. Rombongan sudah diabsen dan waktunya check in bandara. Adit dan Putri hanya bisa mengantarkan di anjungan depan bandara saja. Adit memeluk Ega untuk melepas kepergiannya, mereka saling menitipkan pacarnya pada sahabat yang paling dipercayainya. Kemudian Adit memeluk Angel pacarnya, ia berpesan pada Angel untuk berhati-hati. Begitu pula Ega juga memeluk Putri, dan berpesan agar langsung pulang dan berhati-hati, Putri pun juga berpesan agar Ega berhati-hati. Setelah keempat sahabat itu saling berpisah, kini giliran Adit dan Putri untuk salim pada orang tua Angel dan Ega. Adit dan Putri bermodus sok dekat dengan orang tua pacarnya padahal dalam hati mereka sangat sungkan dan malu. Mereka sadar bahwa usianya masih remaja namun sok menunjukkan kedewasaannya dihadapan orang tua pacarnya agar kelihatan serius memacari anaknya. Rombongan sudah masuk terminal bandara untuk melakukan check in. Putri dan Adit meninggalkan bandara.

Dalam perjalanan pulang, Putri yang duduk di jok depan samping Adit, kemudian Putri bertanya pada Adit, "Dit, kamu masih sering nginep di rumahnya Ega nggak?"

"Sering kok, malah bisa sampai seminggu aku nginep dirumahnya, abis itu gantian Ega nginep di rumahku sampai seminggu juga. Kalau kamu apa masih sering nginep di rumahnya Angel?" Tanya Adit balik.

"Iya sama, masih sering kok, malah mamaku nggak tau kalau sekarang aku lagi di bandara nganterin Angel. Taunya mamah kalo aku masih nginep di rumah Angel. Mamaku belum kukabari kalau Angel dan keluargannya sekarang lagi liburan ke Singapore. Kalo kamu gimana? Mamamu udah tau belum kalau Ega dan keluarganya sekarang lagi liburan di Singapore?"

"Mama belum tau, tapi kayaknya nggak mau tau juga deh tentang hal ini. Taunya mama sih kalo aku sahabatan sama Ega, pacaran sama Angel. Udah itu aja. Mama juga tau kok kalo aku dan Ega sahabat dekat soalnya aku sering ijin ke mama kalo aku mau nginap seminggu di rumahnya Ega. Mama juga menginjinkan kok!"

"Jadi saat ini, mamamu mengira kalau kamu masih nginep di rumahnya Ega? Sama dong kalo gitu, mamaku juga mengira kalau saat ini aku masih di rumahnya Angel. Padahal udah keluyuran kemana-mana hihihi...." Putri menertawakan dirinya sendiri karena ulahnya yang membohongi orang tuanya.

Mereka berdua saling diam menikmati udara yang masuk dari jendela mobil yang terbuka. Mereka kemudian bersenandung ketika salah satu lagu Maroon5 berkumandang.

"Dit, aku denger cerita dari Angel katanya kamu sering ngajak dia nginep di hotel Sheraton ya?" Tanya Putri tiba-tiba.

"Emmm... iya emangnya kenapa?" Jawab Adit yang tampak malu karena merasa privasinya diketahui orang lain selain pacarnya.

"Ceritain dong... pasti seru deh. Bukan bermaksud ngurusin urusan orang sih, tapi sekedar mencocokkan saja, apa bener semua yang diceritakan Angel? Makanya aku butuh konfirmasi Dit dari kamu sendiri, yah walaupun Angel sahabatku sendiri tapi aku belum percaya 100% pada omongannya, mungkin dia cuma melebih-lebihkan omongan aja untuk ngajak saingan."

Dari pernyataan Putri tampak sekali sifatnya bahwa dia dan sahabatnya Angel merupakan sahabat yang bermuka dua karena menjaga gengsi dan ngajak saingan dibalik topeng mereka yang manis, selain itu Adit baru mengetahui sifat kepo dan ikut campur urusan orang yang dimiliki Putri membuat dirinya tidak nyaman. Muka Adit memerah karena malu dan tiba-tiba tidak nyaman karena merasa bahwa rahasianya sudah diketahui banyak orang.

Tiba-tiba tangan kanan Putri meraba paha kiri Adit. Adit mulai tegang namun tetap membiarkan saja ulah Putri karena ia harus fokus menyetir di jalan tol yang agak ramai. Tangan Putri merambat mengarah ke barang pusaka Adit yang masih di dalam celana jeans. Ia meremas-remas kontol Adit. Adit semakin panik.

"Ayo dong Dit tunjukkan padaku seberapa kuat kamu ngentot memek cewek ABG. Padahal kamu masih remaja, emang bener kamu bisa ngentot sepanjang malam? Ayo coba buktikan padaku. Bawa aku masuk ke hotel sekarang kalo kamu berani!" Tantang Putri yang terus meremas kontol Adit yang masih terbungkus celana.

"P...Put bbahaya Put. Ak... aku masih nyetir ini...!" Kata Adit yang gugup terbata-bata dan panik akibat ulah Putri yang nakal.

"Bodo amat... coba lihat sebesar apa sih punyamu? Aku buka ya..." jawab Putri menggoda. Ia membuka resleting celana jeans, merogoh-rogoh yang ada di dalamnya untuk segera di gondol dan dibebaskan dari sangkar boxernya. Kontol Adit yang mulai menegang berhasil digondol Putri. Ia strike mendapatkan kontol yang mulai membesar. Kemudian dikocoknya agar bisa tegang maksimal.

"Njiir.... bangsat...!!!" Umpat Adit kemudian. Ia membanting setir ke kiri ke jalur darurat di sisi kiri jalan tol Juanda lalu memberhentikan mobilnya. Ia tutup jendela mobilnya lalu sedikit memplorotkan celana agar Putri lebih leluasa mengocok kontolnya. Tidak lama kemudian Putri mengoral kontol Adit. Adit mengangkat tangannya dan melipatnya ke belakang kepalanya memasrahkan kontolnya pada kendali Putri. Dengan semangat Putri melahap kontol milik sahabat pacarnya itu. Mereka berdua sedang melakukan oral sex di dalam mobil Honda City hitam yang terparkir bahu jalan tol. Tak ada yang tahu kejadian itu hanya mereka berdua. Mobil dan bus pariwisata melaju tanpa hambatan dari belakang menuju pintu keluar tol, tanpa ada yang curiga apa yang sedang terjadi pada mobil sedan hitam yang berhenti di jalur darurat tol Juanda tersebut.

Putri terus mengoral kontol Adit. Adit sepertinya menyukai aksi nekat Putri namun kurang nyaman karena berada di tempat yang tidak semestinya. Ia takut didatangi polisi. Adit memutuskan untuk menunda sejenak permainan oral seks dan cabut menuju hotel mewah terdekat.  Dengan kontolnya yang dibiarkan mengacung terbuka, ia kembali menyetir dan menuju ke hotel dekat Bandara.

Hotel Ibis dekat bandara menjadi tujuannya. Ia check in menggunakan kartu kreditnya. Ia tidak tau apakah harus menginap atau hanya short time. Intinya setelah ngentot mereka langsung pulang.

Setelah mereka berdua berada di kamar, Putri langsung menjamah selangkangan Adit untuk merangsang kontol Adit mulai dari awal lagi. Adit masih bingung, takut dan tidak percaya bahwa dirinya sedang dijamah oleh pacar sahabatnya sendiri namun ia membiarkan saja ulah nakal Putri. Dalam hati Putri memang ingin mencoba ngentot dengan Adit karena dari cerita Angel sahabatnya, permainan Adit tampaknya lebih memuaskan.

Setelah Putri meremas lembut kontol Adit kemudian mereka berdua ciuman dan menjatuhkan tubuh di kasur yang empuk. Dari permainan mereka yang sangat dominan adalah Putri, Putri seolah memperkosa Adit yang masih bingung tidak percaya namun membiarkan aksinya. Pakaian mereka sudah terhempas satu per satu hingga mereka berdua telanjang bulat. Kontol Adit yang sudah ngaceng total digesek-gesekkan ke bibir memek Putri. Mereka berdua hampir melayang tak sadarkan diri. Ketika kontol Adit akan dimasukkan ke tempik cantik Putri, tiba-tiba Adit langsung tersadar dan menolak arahan Putri yang segera menginginkan penetrasi. Adit ingin menyudahi permainan padahal mereka berdua sudah melayang tinggi hampir ke puncak kenikmatan. Putri menuntut dan meminta alasan jelas dari Adit namun tetap merayu dan berjanji bahwa Putri akan merahasiakannya dari siapapun. Namun bukan itu alasannya, Adit ingin mengakhiri permainan karena ia lupa tidak beli kondom, ia takut jika terjadi kehamilan pada Putri. Awalnya Putri berusaha menyakinkan Adit bahwa ia sudah terbiasa ngentot dengan Ega tanpa menggunakan kondom, dan dirinya tetap baik-baik saja tidak hamil. Adit tetap pada pendiriannya, ia akan menolak ngentot jika tidak tersedia kondom. Akhirnya Putri menyerah juga, ia memberikan pantatnya yang masih perawan meminta untuk digagahi Adit. Jadi tidak masalah jika pejuh Adit bocor di dalam lubang anus Putri dan tidak ada yang di khawatirkan lagi. Adit sedikit lega karena apa yang dibicarakan Putri ada benarnya dan merupakan solusi tepat untuk situasi yang mendesak seperti ini. Akhirnya Adit terbujuk oleh Putri dan ia mau melakukan anal seks dengannya.


Permainan anal seks yang mereka berdua akan lakukan adalah pengalaman pertama bagi mereka berdua. Ada sedikit ketakutan pada hati Putri karena pantatnya akan diperawani. Begitu pula pada Adit karena ia sedikit bimbang untuk menyodomi pantat yang dirasa agak menjijikkan. Namun permainan mereka tetap berlanjut, dan tidak tau seperti apa kenikmatan yang akan meliputi tubuh mereka setelah melakukan anal seks, apakah nikmatnya seperti melakukan penetrasi pada umumnya? Mereka juga tidak tahu.

Kontol Adit yang dipenuh liur Putri mulai masuk ke pantat Putri. Pantat Putri yang mungil masih perawan tak kunjung menelan kontol Adit. Adit meludahi beberapa kali pantat Putri agar licin namun dia tidak meregangkan dengan jarinya karena dianggap jorok. Putri sedikit tegang karena sebentar lagi kontol perkasa remaja tersebut akan masuk di anusnya yang sempit. Adit memasukkan dengan paksa kontolnya ke dalam pantat Putri. Dan akhirnya bless... kontol Adit mendesak masuk ke dalam dubur perawan. Kini pantat Putri merekah dijejali kontol anak SMA. Adit merasakan sensasi cengkraman cincin anus Putri yang rapat pada kontolnya. Adit mulai memainkan maju mundur tanpa peduli Putri yang kelojotan akibat ulah kontol Adit yang ganas tersebut.


Putri kelojotan, mengeluh, mendesah, meringik, teriak kesakitan akibat boolnya ditusuk kontol bermodalkan pelicin liur. Pantatnya terasa panas dan perih serta sesak berkedut-kedut. Adit tetap memainkannya tanpa ampun dengan genjotan dahsyat tanpa membedakan perlakuan antara ngentot dengan pacarnya dan ngentot dengan pacar sahabatnya. Pokoknya bagi Adit yang penting kontolnya masuk ke lubang yang membikin enak. Kini ia tidak peduli entah lubang memek atau lubang pantat soalnya dirasa enak semua. Lain kali ia akan mencobanya dengan pacarnya.

Mereka berdua melakukan anal sex hingga sampai jam 10 malam. Mereka berdua benar-benar merasakan sensasi baru dalam melakukan hubungan seksual. Selain itu hubungan yang rumit membuat mereka merahasiakan perselingkuhannya dari pacar mereka. Hal ini cukup mereka saja yang tau dan saling berjanji berakhir dan tidak akan membahasnya ketika mereka keluar dari hotel. Namun mereka sadar bahwa hubungan ini bukanlah suatu kekhilafan, mereka sadar hubungan ini adalah coba-coba, dan mereka berdua merasakan kenikmatan itu. Mungkin kalau Adit dan Putri ada waktu yang tepat di lain hari, maka tidak menolak jika melakukan hubungan seksual seperti ini lagi tanpa sepengetahuan pacar mereka. Artinya perselingkuhan tetap jalan tapi pacar tetap jadi prioritas.

Mereka check out hotel pukul 10 malam. Hanya 8 jam mereka di hotel ngentot anal bertahap, Adit mendapat 3 ronde sedangkan Putri 5 ronde. Adit dan Putri sangat puas walaupun hanya melakukan anal seks. Mereka pulang ke rumah masing-masing. Adit mengantarkan Putri hingga depan rumahnya tanpa perlu keluar mobil. Lalu Adit kembali pulang dengan kesendiriannya tanpa ditemani sahabat baiknya Ega dan Pacar setianya Angel. Setidaknya perlu waktu seminggu lagi agar Adit segera bisa ketawa-ketawa lagi dengan sahabatnya, dan bermesra-mesraan lagi dengan pacarnya. Ia harus bersabar menunggu mereka pulang dari Singapore.

***

Pukul 5 sore waktu Singapore, rombongan tour yang diikuti Angel dan Ega telah sampai di bandara internasoinal Changi. Mereka segera naik MRT menuju hotel bintang 3 di daerah Geylang Serai Singapore untuk beristirahat. Sebenarnya liburan ke Singapore bukan pertama kalinya bagi Angel dan Ega. Ega sudah ketiga kalinya, sedangkan Angel sudah kelima kalinya termasuk transit 8 jam waktu liburan ke Thailand waktu Angel masih SMP. Angel dan Ega selalu berjalan berdua karena di dalam rombongan hanya mereka berdua saja yang sudah saling mengenal. Mereka lebih nyaman jalan berdua saja dibanding berkumpul dengan keluarganya masing-masing, karena ngobrol dengan orang tua sangat menjemukan. Selain itu Ega dan Angel bisa lebih mengenal pacarnya lebih jauh. Ega selalu bertanya mengenai Putri kepada Angel, begitu pula Angel selalu bertanya mengenai Adit kepada Ega. Mereka saling memberikan informasi bahkan rahasia-rahasia yang sepatutnya tidak mereka ketahui seperti rahasia tentang mantan-mantannya. Obrolan mereka kadang sedikit menjelekkan sahabat dan mengunggulkannya dirinya sendiri. Obrolan yang terlalu berlebihan tingkat narsismenya antara Ega dan Angel malah menjadi bumerang kepada mereka sendiri. Tanpa disadari mereka ada sedikit ketertarikan.

Ketika MRT sudah sampai di daerah Geylang maka rombongan turun. Dan berjalan sekitar 500 meter menuju hotel. Hotel mereka cukup megah berlantai 18 walaupun hanya berbintang 3. Mereka semua check in dan masuk kamar masing-masing untuk beristirahat. Ega dan Putri janjian akan berenang bersama setelah meletakkan barang-barang mereka di kamar. 30 menit berlangsung Ega sudah berada di bibir kolam renang bertelanjang dada sambil berbaring di kursi payung pinggir kolam renang. Ega menunggu Angel sambil tiduran ditemani dengan sebotol soda. Angel tiba mengenakan handuk yang dililitkan yang menutupi atas dadanya hingga paha. Macamata hitam bertengger di kepalanya. Ia duduk di bangku kosong samping Ega. Mereka berdua melanjutkan obrolan hingga matahari terbenam.

Ketika hari mulai petang, kolam renang sudah sepi. Lampu kolam dan taman sudah dinyalakan oleh pihak hotel. Adit dan Angel malah akan memulai bersenang-senang berenang diwaktu petang. Pada dasarnya mereka berdua tidak berenang. Bahkan muka dan rambut mereka masih kering. Mereka berada di kolam renang sambil minum soda seraya menikmati pemandangan kota Singapore dari ketinggian gedung hotel. Mereka berdua terus asik mengobrol malah bukan lagi tentang topik pacar mereka yang dibicarakan namun membicarakan tentang diri sendiri. Obrolan mereka seperti pasangan yang masih PDKT.

Tanpa sadar sudah waktunya rombongan makan malam yang dilanjutkan akan mengunjungi Merlion Park patung singa yang menjadi ikon Singapore. Angel mulai panik seperti Cinderella kehabisan waktu, ia sepertinya tidak ada waktu berbilas mandi dan harus menyusul rombongan. Namun Ega membujuknya, Ega berjanji akan mentraktirnya makan malam namun jika ia mau bersamanya. Angel sebenarnya mau saja menghabiskan waktu bersama Ega tapi dia belum ijin ke orang tuanya kalau ia tidak ikut jalan jalan ke Merlion. Ega memberikan waktu pada Angel untuk meminta ijin kalau dia tidak ikut jalan-jalan. Sementara Ega juga meminta ijin pada orang tuanya kalau dia capek dan ingin istirahat saja, sementara ia tidak ikut jalan-jalan. Mereka berdua berhasil meyakinkan orang tuanya untuk tetap tinggal di hotel dengan alasan capek. Akhirnya rombongan berangkat ke Merlion dengan menitipkan kartu kamar pada Angel dan Ega yang tetap stay di hotel.

Ega main ke kamar Angel. Mereka bercengkrama, bercanda tawa di balkon kamar dengan view pemandangan kota Singapore pada malam hari yang berkelap-kelip. Tanpa sengaja mereka berdua saling berpandangan mata menerawang jauh ke dalam hati dan tampaknya ada ketertarikan antarsesama. Dengan otomatis muka mereka semakin berdekatan yang didorong oleh naluri mereka. Semakin dekat dan akhirnya mereka berdua berciuman di balkon hotel yang dipayungi kelap-kelip cahaya bintang. Mereka berciuman sangat romantis dengan mata yang berbinar-binar. Ciuman romantis seperti Jack dan Rose atau Romeo dan Juliet. Ciuman mereka semakin liar dengan melibatkan pertarungan lidah yang basah disusul dengan pelukan yang rapat.

Sesaat ciuman dihentikan oleh Ega. "Sory Angel, tampaknya kita kelewatan." Kata Ega.


Angel menggelengkan kepala, tanda ia menyukai hubungan itu. Angel menggeret tangan Ega untuk diajak masuk ke kamar. Mereka meneruskan kembali ciuman maut tadi yang semakin bebas. Pakaian mereka sudah terhempas satu per satu hingga mereka telanjang bulat. Hanya perhiasan seperti kalung, cincin dan anting yang menempel di tubuh Angel, sementara pada tubuh Ega hanya terpasang jam tangan yang masih menempel di tubuhnya. Mereka berdua saling menggesek-gesekkan tubuh yang telanjang hingga tercipta suasana panas. Keringat mereka semakin banjir. Kontol Ega sudah menegang sedari tadi akibat dikocok oleh Angel. Angel melahap rakus kontol Ega. Ega mendesah menikmati kuluman dari bibir imut Angel yang mengoral kontolnya. Tak hanya diam, kini tubuh Angel ditidurkan di bibir ranjang oleh Ega lalu kaki Angel diangangkat mengangkang hingga meneknya yang putih bersih berwarna pink muda siap untuk dimasuki rudal. Melihat memek Angel yang bersih, indah dan cantik maka Ega ingin bermain-main dulu di sana. Ia tampaknya ingin menjilati memek Angel. Ia mulai dengan menciumi jembutnya yang tipis. Lalu turun menciumi itil dan menjilatinya dengan rakus. Kemudian turun sedikit lagi lalu ditemukannya pusat lubang kenikmatan gadis SMA tersebut, ditusuk-tusuklah lubang vagina Angel dengan lidahnya. Angel menggelinjang mendesah sambil meremponi toketnya sendiri. Lidah Angel menjilati bibirnya hingga basah sambil mengelus-elus itilnya sendiri tanda ia sangat berhasrat.


Kini rudal Ega siap bertempur. Ia memepetkan kepala kontolnya ke memek Angel lalu bless. "Huhh... emmmhh... aww shhhitt... akh... pelan pelan ga..." keluh Angel sambil menikmati kontol Ega. Kontol milik sahabat pacarnya sendiri. Ega memaju-mundurkan kontolnya dengan seksama. Ia benar-benar merasakan setiap detail  gesekan kelamin yang ia mainkan, begitu pula Angel.


Mereka punya waktu maksimal 1 jam, sebelum semua menjadi petaka karena ketahuan oleh semua orang dan bakalan menjadi aib keluarga. Artinya mereka harus memaksimalkan waktu yang tersisa. Permainan ngentot mereka lakukan sekitar 50 menit. Namun dalam waktu 50 menit sudah berbagai posisi mereka coba. Dalam waktu 50 menit Ega sudah klimaks 2 kali yang ditumpahkan di atas perut Angel dan sesi kedua diminum Angel. Dalam waktu 50 menit Angel sudah memuncak hingga 3 ronde dan dirasa sangat memuaskan. Bagi Angel, permainan Ega tidak kalah dengan permainan Adit. 50 menit berlalu dan waktunya Ega mengenakan pakaiannya lalu menepati janji mentraktir Angel makan malam di restoran hotel di lantai rooftop di tepi kolam renang.

Angel dan Ega keluar dari kamar Angel menuju ke restoran. Dua mata cctv yang menyorot langkah mereka keluar dari kamar yang sama tidak dipedulikan Angel dan Ega. Mungkin operator cctv juga tidak peduli bahwa sebenarnya kedua remaja itu tidak satu kamar namun keluar dari kamar yang sama. Adit dan Angel berjalan santai namun kali ini benar-benar kelelahan. Namun apadaya mereka harus makan malam untuk mengisi perut daripada lapar waktu tengah malam.

Ketika makan mereka berdua tidak ngobrol terlalu intim lagi, tidak seperti tadi. Mereka hanya mengobrol seperlunya menanyakan jadwal kunjungan mereka besok, serta oleh-oleh apa yang cocok diberikan pada pacar mereka masing-masing. Mereka tidak menyinggung atau mengapresiasi mantapnya permainan ngentot yang barusan mereka lakukan. Walaupun mereka tidak menyinggung hal itu, tapi mereka sudah mengerti tugas masing-masing yaitu merahasiakan perselingkuhan mereka dengan siapapun. Hanya mereka saja yang tahu perselingkuhan yang mereka lakukan. Dan rahasia ini akan mereka pendam selamanya di hotel tersebut. Mereka tidak saling menyalahkan, mereka juga tidak salaing menyesali berbuatannya. Semuanya terjadi secara cepat namun akan mereka ingat selamanya. Dan harus menanggung tanggung jawab yang berat yaitu merahasiakan seumur hidup mereka.

***

Keesokan harinya merka mengikuti tour bersama rombongan. Semua berjalan dengan normal seperti tidak terjadi apa-apa. Sesekali Ega dan Angel berkumpul bersaman dan sesekali berkumpul bersama keluarga mereka masing-masing.

***

Seminggu berlalu Ega dan Angel kembali pulang. Rombongan dijemput oleh bus carteran dari bandara Juanda. Namun Adit dengan setia menjemput sahabatnya Ega dan pacarnya Angel. Ega dan Angel memilih nebeng jemputan Adit dengan Honda City hitamnya dibandingkan ikut rombongan yang banyak didominasi oleh orang tua. Ega duduk di belakang. Angel duduk di depan di samping Adit yang menyetir. Di dalam mobil Adit dan Angel sempat berkecup bibir tanda melepas rindu setelah ditinggal seminggu seperti pasangan suami istri muda. Kecupan bibir mereka sempat diperhatikan oleh Ega. Dalam hati Ega merasa kasihan dan berempati pada sahabat setianya bahwa ceweknya sudah pernah ia pakai, bukan sekedar ciuman bibir tapi persatuan alat kelamin sudah pernah ia lakukan sewaktu di Singapore. Namun ia tidak mungkin minta maaf, karena akan memperpecah persahabatan, yang ia lakukan hanya diam.

"Sory bro tadi si Putri udah aku ajak tapi dia gak bisa, katanya lagi gak enak badan, dia kirim salam buat kalian berdua." Kata Adit memecahkan lamunan Ega.

"Makan yuk lapar nih aku," kata Adit meneruskan. Pilihan mereka jatuh pada restoran Pizza hut di salah satu mall di Surabaya. Mereka bercanda tawa melepas kerinduan sambil bercerita konyol saat di Universal Singapore, seraya terbahak-bahak seolah tidak terjadi apa-apa diantara mereka.

***

Begitulah drama cinta sepasang sahabat yang sangat setia dan saling pandai menutupi rahasia masing-masing. Kini Adit dan Ega tidak begitu memikirkan pacar mereka karena Angel dan Putri mengikuti bimbingan masuk PTN di Jogja selama sebulan. Adit dan Ega menghargai waktu padat yang dijalani oleh pacar mereka dengan cara tidak menghubungi dulu karena ditakutkan akan mengganggu proses belajar mereka.


Bagi Adit dan Ega liburan setelah UN lebih asik dihabiskan dengan cara melancong ke suatu tempat yang baru. Padahal dulu Adit, Ega, Putri, dan Angel sepakat jika setelah UN akan liburan bersama ke Singapore namun kenyataanya tidak semulus rencana. Putri dan Angel lebih serius ingin meneruskan kuliahnya di UGM Yogyakarta atau Unpad Bandung maka dari itu mereka lebih mementingkan bimbingan dibanding liburan. Sedangkan Adit dan Ega lebih santai, main-main, dan clubing. Adit dan Ega belum punya pandangan yang pasti akan kuliah di mana. Adit menginginkan kuliah di Jurusan Filsafat atau Sastra, sedangkan Ega menginginkan kuliah di jurusan Fotografi atau Perfilman di ISI.


Cerita Selanjutnya Baca: Adit Dan Ega Ngloco Bersama (Kisah Remaja Biseks) #3

Baca "Kisah Remaja Biseks" Dari Awal: Cara Ngentot Sepasang Sahabat SMA (Kisah Remaja Biseks) #1


Foundation Study ITIL